Senin, 22 April 2013

LINE-New Application for iOS and Android












Aplikasi instant messaging Line yang dikembangkan oleh perusahaan asal Jepang, Naver


Aplikasi instant messaging (IM) bernama Line, kini sedang naik daun. Aplikasi yang dirilis pada Juni 2011 ini telah diunduh setidaknya 20 juta kali dengan pengguna lebih dari 30 juta.

Sama seperti WhatsApp, Line menggunakan sistem nomor telepon seluler penggunanya untuk saling berhubungan. Line saat ini tersedia untuk iOS dan Android, dan bisa diunduh secara gratis di App Store dan Google Play.

Jika dibandingkan dengan aplikasi populer WhatsApp, Line memang memiliki beberapa keunggulan. 

Pertama, Line memberikan layanan free call. Ini adalah layanan telepon tanpa menggunakan pulsa, melainkan dengan koneksi data internet. Line akan menghubungkan panggilan ke server mereka.

Kedua, grup yang dibentuk dalam aplikasi Line bisa menampung 100 anggota. Sementara WhatsApp maksimal hanya 11 orang.

Yang membuat Line berbeda dari aplikasi IM lainnya  adalah emoticon yang bervariasi.

Ada Emoji yang menggambarkan kepala dengan bermacam ekspresi, lalu Emoticons berupa susunan karakter teks yang juga membentuk ekspresi, serta ada Stickers. Nah, Stickers inilah yang cukup unik untuk Line, karena gambar ikonnya lucu-lucu, berukuran besar dan lebih ekspresif.

Selain itu, Line juga menyediakan layanan untuk memblokir seorang teman yang ada di kontak.

Naver, perusahaan asal Jepang yang mengembangkan aplikasi ini, melengkapi Line dengan beberapa aplikasi tambahan, yakni Line Camera dan Line Card untuk kartu ucapan. Keduanya sudah tersedia untuk iOS dan Android.

Pada awal April 2012, Naver memperluas penggunaan Line ke perangkat komputer. Line kini sudah tersedia untuk  Mac dan Windows.

dibawah ini contoh stickers yang ada di line














Source: http://tekno.kompas.com/read/2012/04/20/11045156/line.aplikasi.quotchattingquot.dengan.fitur.telepon

Kamis, 18 April 2013

HEART ATTACK-DEMI LOVATO



Puttin’ my defences up
‘Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I’d have a heart attack

Never put my love out on the line
Never said yes to the right guy
Never had trouble getting what I want
But when it comes to you, I’m never good enough
When I don’t care
I can play ‘em like a Ken doll
Won’t wash my hair
Then make 'em bounce like a basketball

But you make me wanna act like a girl
Paint my nails and wear high heels
Yea you, make me so nervous
That I just can’t hold your hand

You make me glow, but I cover up
Won’t let it show, so I’m
Puttin’ my defences up
Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I’d have a heart attack (x3)

Never break a sweat for the other guys
When you come around, I get paralyzed
And everytime I try to be myself
It comes out wrong like a cry for help
It’s just not fair
Pain’s more trouble than love is worth
I gasp for air
It feels so good, but you know it hurts

But you make me wanna act like a girl
Paint my nails and wear perfume
For you, make me so nervous
That I just can’t hold your hand

You make me glow, but I cover up
Won’t let it show, so I’m
Puttin’ my defences up
Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I’d have a heart attack (x3)

The feelings got lost in my lungs
They’re burning, I’d rather be numb
And there’s no one else to blame
So scared I take off and I run
I’m flying too close to the sun
And I burst into flames

You make me glow, but I cover up
Won’t let it show, so I’m
Puttin’ my defences up
‘Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I'd have a heart attack (x2)
I think I'd have a heart attack
I think I'd have a heart attack (x2)

Rabu, 17 April 2013

Kelebihan dan Keunggulan Sony Xperia



  • Deskripsi Produk Sony Xperia Z
Sony Xperia Z merupakan smartphone unggulan terbaru dari Sony. Smartphone ini memiliki keunggulan anti-air yang mampu bertahan di dalam air hingga kedalaman 1 meter selama maksimal 30 menit.Dilengkapi kamera 13.1 megapiksel yang menakjubkan dan layar HD Reality Display ditenagai Mobile BRAVIA Engine. Kombinasi tersebut semakin hebat ditambah kinerjanya yang mengagumkan dengan dukungan prosesor quad core serta fitur multimedia yang begitu lengkap. Teknologi NFC (Near Field Communications) juga sudah disertakan di dalam Xperia Z, memungkinkan akses ke dalam rangkaian aplikasi dan layanan NFC yang saat ini terus berkembang, termasuk Xperia SmartTags. Dengan desain yang stylish dan elegan, handphone ini dapat menjadi pilihan bagi Anda profesional muda.
  • Desain Elegan
Sony Xperia Z dirancang dengan ukuran yang cukup besar dengan bagian belakang yang dilapisi material kaca memberikan kesan elegan dan mewah. Walaupun dikemas dengan ukuran yang cukup besar, bentuknya slim dengan ketebalan 7.9 mm namun nyaman untuk digenggam. Tampil dengan tiga pilihan warna, Anda dapat memilih warna yang sesuai dengan jiwa dinamis Anda.
  • 5" Reality Display Mobile BRAVIA® Engine
Nikmati tiap momen dengan kualitas layar yang jernih dan tajam. Dengan 5" Reality Display ditenagai Mobile BRAVIA® Engine 2 beresolusi Full HD 1920 x 1080 piksel memberikan Anda kenyamanan dalam menonton video dan fitur entertaiment lainnya dengan kualitas gambar yang jelas, jernih dan tajam. Dengan mengaktifkan fitur 'BRAVIA Engine' kontras dan ketajaman layar akan ditingkatkan sehingga warna-warna tampil cerah dengan saturasi tinggi. Dilengkapi juga dengan layar yang anti gores, Anda tak perlu khawatir ketika penggunaannya.
  • Kamera 13.1 MP yang Mengagumkan
Salah satu keunggulan dari Sony Xperia Z terletak pada kameranya yang beresolusi 13.1 megapiksel dengan sensor gambar Exmor RS. Anda juga dapat melakukan self-portrait ataupun video call dengan kamera depan yang beresolusi 2.2 megapiksel. Kamera ini didukung dengan lampu flash LED untuk pencahayaan di malam hari serta berbagai pengaturan tingkat ISO, white balance, exposure compensation, metering, ataupun memilih mode fokus (center, touch focus, smile detection, HDR, sweep panorama). Rekam juga momen favorit Anda dengan video kualitas Full HD 1080p@30fps pada kedua kameranya. Kini, Anda tak akan lagi kehilangan momen berharga Anda dengan kualitas yang mengagumkan.
  • Kinerja Optimal
Didukung dengan prosesor quad core Qualcomm Snapdragon S4 Pro berkecepatan 1.5 GHz dipadu RAM sebesar 2 GB, Anda dapat berselancar di internet, streaming video terbaru, mendownload aplikasi dan menjalankan multitasking dengan lancar dan cepat, tanpa lag. Anda juga tak perlu tersesat karena handphone ini telah dilengkapi dengan Google Maps. Sony Xperia Z juga telah dibekali sistem operasi Android OS 4.1.2 Jelly Bean dan unduh aplikasi favorit Anda pada Google Play. Untuk memori internalnya, smartphone ini telah diberikan kapasitas 16 GB. Tersedia juga slot memori eksternal microSD sehingga Anda memiliki ruang penyimpanan yang lebih besar. Untuk urusan baterai, telah dibekali 2330 mAh sehingga daya tahan baterai akan bertahan lebih lama.
  • Konektivitas
Sony Xperia Z merupakan smartphone dari Sony Mobile yang telah mendukung teknologi LTE atau 4G. Meskipun di Indonesia belum mendukung jaringan ini, pihak Sony telah menyiapkan dukungan koneksi LTE yang beroperasi pada frekuensi 800MHz. Anda tetap dapat menggunakan jaringan HSDPA untuk berselancar di internet dan tetap terhubung pada setiap saat dimanapun Anda berada. Untuk melengkapi kegiatan nirkabel Anda, smartphone ini juga dibekali Wi-Fi. Tersedia juga teknologi NFC yang dapat Anda padukan dengan SmartTags dari Sony yang dapat membantu mengaktifkan fungsi yang ada pada Xperia Anda dengan cukup mendekatkannya ke smart tag ini. Teknologi Bluetooth membantu Anda berbagi file dengan teman atau keluarga. Anda pun dapat dengan mudah menghubungkan Sony Xperia Anda ke TV melalui DLNA.
  • PlayStation™ Certified
Xperia™ S – smartphone bersertifikasi PlayStation™ generasi mendatang dari Sony. Nikmati berbagai permainan di layar HD yang fantastis. Atau sambungkan ke televisi dan putar di layar besar. Kebosanan bukan suatu pilihan.
  • Anti-air & Anti Debu
Sony Xperia Z memiliki kemampuan anti-air dan anti debu dengan sertifikasi IP55 dan IP57. Dengan kemampuan bertahan di dalam air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit. Setiap port dan slot pada dilengkapi dengan penutup yang sangat rapat. Dalam keadaan basah, Anda dapat tetap menggunakan layar sentuh yang ada berkat teknologi wet finger tracking dari Sony. 
Spesifikasi Sony Xperia Z
ModelHandphone Touch Screen
Ukuran (L x W x H cm)13.9 x 7.1 x 0.79 cm
Berat (kg)1
WarnaPutih
Ukuran Layar (in)5.0
RAM2
Kapasitas Penyimpanan16
Kecepatan CPU1.50
Megapiksel13.1
Fitur TampilanFull HD
FiturGSM|FM Player|Music Player|Email|Touchscreen|GPS|Waterproof|MP3|Internet Ready
InputUSB
Output3.5mm jack|USB
Koneksi Nirkabel4G|Near Field Communication (NFC)|Bluetooth|WiFi|EDGE|3G
Tipe GrafisAdreno 320
Kamera Belakang13.1 MP
Kamera Depan2.2 MP
USB PortYa
Resolusi Layar1080x1920
Tipe BateraiLi-Ion
Kapasitas Baterai2330 mAh
Ukuran File Foto4128x3096
Video HDYa
Resolusi Video1920x1080
Image StabilizationYa
Built in FlashYa
Built in Memory2 GB RAM
Tipe Memory CardmicroSD
Fitur Kamera LainnyaGeotagging
Tipe LayarTFT
Versi Sistem OperasiAndroid OS 4.1.2 Jelly Bean
SIMMicro SIM GSM
Kapasitas Penyimpanan16 GB
Kecepatan ProcessorQuad-core 1.5 GHz
Waktu BicaraHingga 11 Jam
Waktu SiagaHingga 550 Jam
Tipe ProcessorQualcomm Snapdragon S4 Pro
Harga Baru Harga Sony Xperia Z Maret 2013
Harga Baru: RP 7.499.000,00
Harga Bekas: -





New Friends, New Experiences, New Memories :')

Nggak kerasa udah sepuluh bulan ya duduk di kelas sepuluh di sepuluh tiga SMAN 5 Malang. Dan dua bulan lagi udah pisah dari anak-anak yang unyuk unyuk kayak munyuk itu.
Dulu pas pertama masuk, masih malu malu kucing gak kenal satu sama lain. Tapi sekaraaaang aduh lengketnya setengah mati, kompaknya gak nanggung nanggung. Coba tanya aja sama korban korban kejahilan anak anak SETRIKO (Sepuluh Tri Kompak (?)). Salah duanya ada papi kita yang unyu unyu yang ngajar TIK di kelas X3, Papi Zahid yang cetar membahana kumisnya. beliau selalu habis dikerjain anak anak pas pelajaran TIK. Yang kedua yaitu Papi kita yang hafal tabel periodik di luar kepala, Papi Ghofir yang kurus (mungkin ini gara gara kebanyakan praktikum kimia makanya kurus). Dan ternyataaa beliau ini jago banget nyepik lhoo. Salah satu warga SETRIKO yang taat membayar pajak yaitu Sari alias mbak pur ini selalu jadi korban sepikan Pak Ghofir. Nih contohnya pas suatu hari mereka sedang sepik sepikan:

P.G : Kalian harus hafal di luar kepala ya rumus rumus ini
M.P : Iya pak, memang di luar kepala, soalnya kan di buku. Saya sudah hafal di luar kepala soalnya ada di buku
P.G : Kalo hatimu?
M.P : Kan di Pak Ghofir...

Yah, mungkin kalo kalian baca bakal jayus dan garing banget. Tapi kalo kalian pas itu ada disana pas tragedi tersebut berlangsung, dijamin kalian bakal ngakak. Si Ucup yang jarang ketawa aja ngakak .___.

Oke, balik ke warga SETRIKO. Hobi warga SETRIKO selain ngerjain guru, ya foto foto. Coba tanya sama kameranya Dayat, Nia, sama Nene, mereka jadi saksi bisu kenarsisan kita. kalo diitung paling ada seribu lebih foto foto kita ._.
Setiap ada momen berharga ataupun gak penting sama sekali, wajib tuh buat kita jepret jepret sebelum bertindak (?) Yah, sepertinya kita pandai mengambil kesempatan dalam kesempitan walaupun diliat banyak orang
nih aku kasih beberapa foto anak anak SETRIKO

ini pas lagi jalan sehat waktu HUT SMAN 5

ini pas lagi di SS waktu ultahya inul
Inul cantik sendiri loh itu ;) 
















pas di CFD. walaupun gak semua ikut tapi kita tetep narsis :3
sebenernya masih buanyaaak foto fotonya, tapi itu yang paling bagus diantara semuanya :')

Cukup sekian postingan foto dan cuap cuap mengenai warga SETRIKO. ntar bakal ada postingan seru lainnya tentang SETRIKO. Mata ashita :D (berhubung kelas X3 kasingnya jepang, jadi ntar ada bahasa jepang dikit dikit nyempil ya :3)

Selasa, 16 April 2013

SHORT STORY-2


Sahabat atau Dia?

Namanya Rio, dia laki-laki berambut jabrik dan bertubuh tinggi. Laki-laki yang selalu masuk peringkat 5 besar di kelas dan peringkat 10 besar saat try out sekolah maupun kota. Laki-laki yang mempunyai paras sempurna…..di mataku. Ya, dia laki-laki yang telah mencuri perhatianku selama kurang lebih setahun ini.
Selama setahun ini aku berusaha untuk menutupi perasaanku dan tidak menceritakannya pada siapapun. Tapi akhirnya pertahananku goyah. Aku tidak bisa memendamnya sendirian, aku harus menceritakan kepada seseorang yang kupercayai. Ibuku? Hmm mungkin beliau malah menasehatiku untuk memikirkan hal seperti itu dan fokus pada pelajaran dan bla bla bla yang tidak membantu sama sekali. Ah, aku menemukan satu nama. Karin, sahabatku sejak kelas 7. Dia sudah sering menjadi tempat sampah dari segala cerita dan keluhanku, dan ia selalu mendengarkan serta memberi saran yang membantu. Aku bertekad akan menceritakannya besok pulang sekolah.
Keesokannya, aku sudah mengatakannya kepada Karin kalau aku akan curhat, istilah para remaja masa kini untuk menceritakan isi hati mereka. Karin menyanggupinya dan kami mengatur tempat bertemu di dekat tempat parkir sepeda.
Selama pelajaran aku tidak konsentrasi pada apa yang diterangkan oleh guru. Aku ingin segera bertemu Karin. Saat bel pulang akan berbunyi, tiba-tiba seorang guru mengumumkan lewat pengeras suara bahwa seluruh anggota ekskul PMR berkumpul. Semangatku luntur seketika, Karin adalah ketua ekskul PMR dan itu berarti dia ikut berkumpul dan artinya aku tidak bisa curhat ke Karin. Karin meminta maaf padaku saat pulang sekolah dan berjanji bahwa besok dia pasti bisa mendengarkan ceritaku.
Aku berjalan menuju gerbang sekolah dengan gontai, tapi sesosok orang yang berdiri di tempat parkir sepeda memaksa langkahku untuk berhenti. Ah, itu Rio. Entah kenapa tubuhku sekejap menjadi bersemangat saat menyebut namanya di pikiranku. Dia sedang mengeluarkan sepedanya, tapi kemudian aku melihat seseorang lagi yang berdiri di belakangnya sambil meneriakkan sesuatu kepada Rio. Karin? Sedang apa dia bersama Rio? Hatiku berkecamuk, pikiranku melayang kemana-mana. Tapi tunggu, aku lupa sesuatu. Aku lupa kalau Rio juga anggota ekskul PMR, dan Karin biasanya bercerita padaku bagaimana Rio itu bergitu malas untuk mengikuti kegiatan ekskul padahal dia adalah wakil ketua. Mungkin Karin sedang membujuknya untuk berkumpul. Akhirnya kutinggalkan mereka berdua dan berjalan keluar gerbang.
Saat pulang sekolah esok harinya, akhirnya aku dan Karin sudah duduk di bangku taman dekat tempat parkir sepeda, tempat favoritku dan Karin.
“Siapa dulu nih yang cerita? Aku ya?” ujar Karin. Aku mengangguk setuju. Sepertinya apa yang akan diceritakan Karin lebih penting daripada ceritaku. Aku menunggu kata-kata selanjutnya meluncur dari mulut Karin.
“Kamu tau temen sekelasku dan sekaligus wakil ketua ku yang super duper nyebelin itu kan?” tanya Karin padaku. Aku terhenyak, kenapa ia menceritakan orang yang sama?
Aku menjawab, “Iya tau lah, yang selalu absen pas ekskul kan? Kenapa emang Rio?”
“Kemarin dia hampir aja kabur nggak mau kumpul ekskul. Padahal udah kurang dua minggu lagi lomba dan anak-anak PMR lainnya belum siap. Akhirnya aku terpaksa  marahin dia deh kemarin.” Kata Karin. Aku mengangguk. Aku juga liat kalian kok kemarin, ujarku dalam hati.
“Nan, menurutmu Rio itu gimana?” tanya Karin.
Hmm, Rio itu cuek tapi keren, suka memakai jaket bertudung, pintar pelajaran apapun apalagi menggambar, tidak pernah mengurus akun social media nya tapi malah memilih baca komik setumpuk, suka makan soto di kantin, dan masih banyak lagi. Tapi semua itu tidak kukatakan pada Karin
Aku menjawab sambil tertawa “Rio itu suka bolos ekskul. Wah nggak cocok tuh jadi wakil ketua,” Karin memanyunkan bibirnya.
“Serius ini, Nan. Soalnya aku suka sama Rio…” Tawaku terhenti. Otakku memutar kembali perkataan Karin dengan seksama.
Soalnya aku suka sama Rio… Karin suka Rio…
Kenapa? Apa karena mereka satu kelas? Apa karena mereka sang ketua dan wakil ketua ekskul PMR? Apa karena mereka selalu bertemu dan mengenal baik satu sama lain? Otakku buntu seketika. Tapi aku berusaha mengalihkan emosiku
“Ciee.. Sang ketua jatuh cinta kepada sang wakil ketua. Hayoo.. kenapa bisa suka sih? Bukannya dia selalu bikin kamu sebel?” godaku. Karin tersenyum malu, aku menahan perih.
“Justru itu, aku jadi makin suka sama dia. Apalagi ditambah sering SMS-an”
“Kamu sering SMS-an dengan Rio?” tanyaku, berusaha memperjelas.
“Iya, lho bukannya aku sering cerita juga? Apa kamu nggak paham?” jawab Karin. Aku mengingat, yang Karin sering ceritakan adalah dia sering SMS-an dengan teman sekelasnya..dan itu berarti Rio. Kenapa aku tidak peka?
“Terus kemarin pas aku abis marahin dia gara-gara mau kabur, dia nembak aku,” kata Karin lagi. Tunggu, Rio nembak Karin? KARIN DITEMBAK RIO?! Sekujur tubuhku mati rasa seketika. Dunia seakan berhenti berputar. Aku masih tidak percaya dengan semua yang kudengar
“Nan, kok diem aja? Kaget ya? Kamu aja kaget gimana aku kemarin coba. Kemarin itu aku speechless banget loh. Tapi aku belum jawab sih, soalnya aku mau tanya ke kamu dulu”
Jelas saja aku diam, jelas saja aku kaget. Aku sangat kaget, kamu tau? Baru saja aku mau menceritakan kalau aku menyukai laki-laki yang menyukaimu itu. Tapi, sepertinya sekarang malah akan membuatmu terluka. Jadi kusimpan saja ceritaku ini, lanjutkan ceritamu, ceritakan dengan puas dan bahagia
“Lho? Kenapa harus tanya aku? Aku kan nggak begitu kenal sama Rio. Kalo kalian sama-sama suka yaudah terima aja. Toh dia kan juga baik, cocok sama tipemu” kataku. Karin mengembangkan senyumnya, lalu memelukku.
“Makasiiih Nanda. Kamu baik deh. Oiya, kamu masih punya kertas binder warna biru yang dulu itu nggak? Aku pengen nulis sesuatu buat Rio” kukeluarkan binderku dan aku pura-pura membuka pesan di handphone ku, berusaha membebaskan diri.
“Rin, aku pulang dulu ya. Lupa kalo ada janji sama mamaku. Bawa aja dulu binderku” ujarku sambil beranjak dari duduk
“Lho, Nan. Katanya mau cerita juga? Kamu kan belum cerita?” Karin bertanya, bingung. Otakku berputar, mencari cerita yang masuk akal.
“Oh, aku cuma mau cerita Si Cimut, hamsterku, kemarin lusa barusan ngelahirin lagi. Anaknya ada lima. Jadi sekarang hamsterku ada delapan. Kamu mau nggak? Katanya dulu kamu pengen hamster.” Karin berteriak bahwa ia mau, dan akhirnya aku berhasil meninggalkan Karin.
Maaf Rin, aku terlanjur bohong, ujarku dalam hati.
Jalanku terhenti karena kepalaku menabrak seseorang. Sepertinya aku terlalu sibuk memandang ke bawah
“Eh, Nanda. Kamu tau Karin ada dimana?” aku mendongakkan kepala. Aku hafal benar suara itu. Itu suara milik Rio. Ah, sekarang nama itu hanya akan membawa perih ketika kusebutkan. Bukan lagi penyemangat.
“Dia ada di bangku taman deket tempat parkir sepeda” jawabku tanpa basa-basi lalu kutinggalkan Rio yang masih bingung mencari calon pacarnya. Tidak, lebih tepat pacarnya, karena Karin akan menerimanya.
Aku memikirkan lagi semua perkataan Karin. Berarti selama ini Karin sudah menyukai Rio, sama halnya dengan aku. Hanya saja, aku tidak semujur Karin yang bisa begitu dekat dengan Rio. Kenapa selama ini aku tidak tahu kalau sahabatku menyukai orang yang sama denganku? Aku tidak peka. Ya, aku sahabat yang tidak peka. Aku menghembuskan napas, berusaha membuang jauh rasa cemburu atau apapun itu. Tapi buat apa aku cemburu? Dia toh bukan siapa-siapaku. Aku tidak berhak cemburu. Aku senang Rio bisa mendapatkan Karin dan sebaliknya. Setidaknya mereka sama-sama beruntung. Haha, miris. Mengalah demi sahabat itu baik kan?
“Nanda! Nanda!” kudengar seseorang meneriakkan namaku, kucari asal suara tesebut. Ternyata Karin. Kenapa dia mencariku? Bukannya ia sudah bersama Rio?
“Kenapa Rin? Tadi kamu dicariin Rio lho” kataku. Karin mengembalikan binderku dalam keadaan terbuka, dan aku tahu alasan mengapa ia rela mengejarku hanya demi mengembalikan binder. Tidak, ia tidak hanya ingin mengembalikan binder. Sial, aku menyadari kecerobohanku, dan akhirnya sekarang semua berantakan.
“Sebelumnya maaf sudah lancang baca isinya. Kenapa Nan? Kenapa harus orang yang sama?” tanya Karin pelan. Aku menundukkan kepala, berusaha untuk menahan emosiku. Mengatakan yang sebenarnya? Itu hanya akan menyakitkan kedua belah pihak. Tapi memendam terus toh percuma. Karin sudah mengetahui apa yang sebenarnya.
“Setahun yang lalu, waktu pemilihan ketua dan wakil ketua ekskul PMR. Inget nggak waktu kamu nyuruh aku dateng juga soalnya kamu grogi karena dicalonin jadi ketua. Itu pertama kalinya aku tertarik sama Rio. Dan itu semua aku sembunyiin selama setahun ini. Sampe tadi akhirnya kamu tau. Yaudah deh, lupain aja, aku udah nggak suka lagi kok” entah kenapa sekarang aku merasa lebih lega.  Karin menghampiriku dan memelukku
“Nah, kalo udah jelas semuanya gini kan kita sama-sama lega. Maaf, aku nggak tau kalo kamu ada rasa ke Rio. Maaf karena selama ini aku nggak peka. Aku sahabat yang nggak peka.” aku tersenyum, kita sama-sama sabahat yang nggak peka, batinku. Tapi entah kenapa memaafkan itu butuh proses Rin, sama seperti aku mengikhlaskan Rio untukmu. Tapi aku akan berusaha sebisaku. Perasaan kan tidak bisa dipaksakan begitu saja.
“Tapi tenang aja, sekarang aku udah move on. Cowok kan nggak cuma Rio, lagian Rio kan punyanya sahabatku yang cantik ini, dan mungkin aku nanti bakal dapet yang lebih baik,” kataku lalu mencubit pipi Karin. Kami berdua tertawa bersama.
Ah, persahabatan itu benar-benar indah. Persahabatan sudah pasti mengandung cinta dan kasih sayang, tapi cinta belum tentu bisa bersahabat.




SHORT STORY-1


Love You Much Longer

Suatu malam, saat Yura sedang bermain di kamar, ia dikagetkan oleh ketukan pintu kamarnya. Tanpa menunggu jawaban Yura, pintu itu terbuka dan Papa Yura menampakkan kepalanya.
            “Yura! Adik sudah lahir! Cepat ke kamar Mama!” ujarnya bersemangat dan menarik tangan Yura. Yura yang saat itu masih berumur tujuh  tahun  senang sekali mengetahui bahwa ia memiliki adik kecil sekarang.
            Di kamar, Mama sedang berbaring di atas kasur. Di sebelahnya ada seorang bayi mungil dibalut selimut yang sangat lucu.
            “Mama, adik Yura laki-laki?” tanya Yura pada Mamanya. Mamanya tersenyum dan mulai menitikkan air mata, “Iya sayang, adik Yura laki-laki.” Betapa gembiranya Yura. Ia dari dulu sudah ingin memiliki seorang adik laki-laki. Lalu ia ingat sesuatu. Nama. Adik kecilnya belum memiliki nama.
            “Mama, Papa, nama adik Yura siapa?” Mama dan Papa Yura berpandangan, mereka belum memikirkannya. Belum mereka menjawab, lalu Yura memberikan nama. Nama yang sudah lama ia rangkai untuk adik kecilnya.
            “Yura mau ngasih nama adik kecil ini ya! Namanya Titanium Praditya.” Seru Yura dengan gembira. Papanya tersenyum dan mengelus kepala anak perempuannya itu.
            “Nama yang sangat indah, Sayang. Yura dapat dari mana nama itu?”
            “Yura dapat dari Ibu Guru di sekolah Yura. Kata Ibu Guru, titanium itu nama logam yang terkuat di dunia saat ini. Jadi Yura ingin nanti adik jadi orang yang kuat, sama seperti arti namanya. Kalo Praditya, Yura ambil dari  nama belakang Papa” katanya lalu mengembangkan senyum yang lebar.
            Tiba-tiba senyum Yura lenyap. Ia merasakan kejanggalan dengan adiknya itu
            “Ma, Pa, adik Yura kok nggak nangis?”
----------
           to be continued...