Selasa, 16 April 2013

SHORT STORY-1


Love You Much Longer

Suatu malam, saat Yura sedang bermain di kamar, ia dikagetkan oleh ketukan pintu kamarnya. Tanpa menunggu jawaban Yura, pintu itu terbuka dan Papa Yura menampakkan kepalanya.
            “Yura! Adik sudah lahir! Cepat ke kamar Mama!” ujarnya bersemangat dan menarik tangan Yura. Yura yang saat itu masih berumur tujuh  tahun  senang sekali mengetahui bahwa ia memiliki adik kecil sekarang.
            Di kamar, Mama sedang berbaring di atas kasur. Di sebelahnya ada seorang bayi mungil dibalut selimut yang sangat lucu.
            “Mama, adik Yura laki-laki?” tanya Yura pada Mamanya. Mamanya tersenyum dan mulai menitikkan air mata, “Iya sayang, adik Yura laki-laki.” Betapa gembiranya Yura. Ia dari dulu sudah ingin memiliki seorang adik laki-laki. Lalu ia ingat sesuatu. Nama. Adik kecilnya belum memiliki nama.
            “Mama, Papa, nama adik Yura siapa?” Mama dan Papa Yura berpandangan, mereka belum memikirkannya. Belum mereka menjawab, lalu Yura memberikan nama. Nama yang sudah lama ia rangkai untuk adik kecilnya.
            “Yura mau ngasih nama adik kecil ini ya! Namanya Titanium Praditya.” Seru Yura dengan gembira. Papanya tersenyum dan mengelus kepala anak perempuannya itu.
            “Nama yang sangat indah, Sayang. Yura dapat dari mana nama itu?”
            “Yura dapat dari Ibu Guru di sekolah Yura. Kata Ibu Guru, titanium itu nama logam yang terkuat di dunia saat ini. Jadi Yura ingin nanti adik jadi orang yang kuat, sama seperti arti namanya. Kalo Praditya, Yura ambil dari  nama belakang Papa” katanya lalu mengembangkan senyum yang lebar.
            Tiba-tiba senyum Yura lenyap. Ia merasakan kejanggalan dengan adiknya itu
            “Ma, Pa, adik Yura kok nggak nangis?”
----------
           to be continued... 

0 komentar:

Posting Komentar