Love You Much Longer
Suatu malam, saat Yura sedang
bermain di kamar, ia dikagetkan oleh ketukan pintu kamarnya. Tanpa menunggu
jawaban Yura, pintu itu terbuka dan Papa Yura menampakkan kepalanya.
“Yura!
Adik sudah lahir! Cepat ke kamar Mama!” ujarnya bersemangat dan menarik tangan
Yura. Yura yang saat itu masih berumur tujuh
tahun senang sekali mengetahui
bahwa ia memiliki adik kecil sekarang.
Di kamar,
Mama sedang berbaring di atas kasur. Di sebelahnya ada seorang bayi mungil
dibalut selimut yang sangat lucu.
“Mama,
adik Yura laki-laki?” tanya Yura pada Mamanya. Mamanya tersenyum dan mulai
menitikkan air mata, “Iya sayang, adik Yura laki-laki.” Betapa gembiranya Yura.
Ia dari dulu sudah ingin memiliki seorang adik laki-laki. Lalu ia ingat
sesuatu. Nama. Adik kecilnya belum memiliki nama.
“Mama,
Papa, nama adik Yura siapa?” Mama dan Papa Yura berpandangan, mereka belum
memikirkannya. Belum mereka menjawab, lalu Yura memberikan nama. Nama yang
sudah lama ia rangkai untuk adik kecilnya.
“Yura mau
ngasih nama adik kecil ini ya! Namanya Titanium Praditya.” Seru Yura dengan
gembira. Papanya tersenyum dan mengelus kepala anak perempuannya itu.
“Nama
yang sangat indah, Sayang. Yura dapat dari mana nama itu?”
“Yura
dapat dari Ibu Guru di sekolah Yura. Kata Ibu Guru, titanium itu nama logam
yang terkuat di dunia saat ini. Jadi Yura ingin nanti adik jadi orang yang
kuat, sama seperti arti namanya. Kalo Praditya, Yura ambil dari nama belakang Papa” katanya lalu
mengembangkan senyum yang lebar.
Tiba-tiba
senyum Yura lenyap. Ia merasakan kejanggalan dengan adiknya itu
“Ma, Pa,
adik Yura kok nggak nangis?”
----------
to be continued...
0 komentar:
Posting Komentar